Sabtu, 26 November 2011

A Tribute from Previous, A Tribute to the Earth


Pentas seni SMA sering kali diabaikan dan diremehkan esensinya; dimana pihak luar hanya melihat sisi tampilan yang dirasa kurang berbobot dan tujuannya yang sekedar ‘menghibur’. Namun di acara Rendezvous 2012 serta Previous (Pra Event Rendezvous), SMAN 5 Surabaya memberi warna baru dengan diusungnya tema Tribute to the Earth, atau Persembahan untuk Bumi. Benar-benar persembahan, karena seluruh detail dan kegiatan Rendezvous didedikasikan untuk bumi yang telah berjuta tahun kita huni ini.
Ada alasan tersendiri dibalik pemilihan tema Tribute to the Earth. Baru-baru ini, Smala berhasil meraih predikat sebagai sekolah adiwiyata. Karena ingin menularkan semangat menyelamatkan bumi kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima, Smala memilih tema Tribute To the Earth dengan harapan segala kegiatan dan lomba-lomba di Previous dan Rendezvous bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi kaum muda agar lebih peduli kepada bumi yang mereka tinggali.
Tidak seperti SMA-SMA lain yang pensinya hanya mengandalkan bintang tamu dan atraksi panggung untuk menarik penonton, Smala menambah satu kegiatan sebagai pelengkap pensi berupa lomba-lomba yang diadakan sebelum Rendezvous berlangsung. Lomba-lomba ini dikemas dalam wadah bernama Previous yang bertujuan agar para generasi muda lebih sadar lingkungan melalui cara-cara yang menyenangkan dan mudah diterima oleh kaum remaja dalam lomba fotografi, band, dan membuat film pendek.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba band diadakan untuk mengaudisi band mana yang akan dipilih untuk tampil di Rendezvous. Jika memenangkan lomba ini, prestisnya cukup tinggi karena pesertanya tak terbatas alias untuk umum dan kesempatan untuk tampil sepanggung dengan bintang tamu Rendezvous tentu sangat jarang didapatkan.
Sedangkan lomba fotografi kali ini yang masih berkaitan dengan tema Tribute to the Earth, objeknya berhubungan dengan usaha manusia untuk menyelamatkan bumi. Istimewanya, foto-foto yang didapat dari peserta nanti akan ditampilkan di Rendezvous dalam bentuk galeri atau pameran. Kemudian, panitia akan menyediakan balot bagi para pengunjung untuk memilih foto terfavorit.
Yang paling fresh di Previous kali ini adalah lomba film pendek. Dengan adanya lomba ini, pihak Smala berharap para peserta bisa menghasilkan karya berdurasi 12 hingga 15 menit yang mampu menggugah penontonnya untuk menyelamatkan bumi. Agar lebih mudah, para peserta biasanya sudah memiliki rekaman film terlebih dahulu dalam kurun waktu beberapa tahun sebelumnya. Kemudian, rekaman-rekaman tersebut disatukan dalam bentuk film dokumenter. Namun jika ada yang membuat film berformat baru dengan aktris, aktor, kru, dan sebagainya, tetap dipersilahkan.
Dan seperti halnya menu makanan di sebuah resto elegan kelas atas, tak akan lengkap rasanya jika penikmat pensi hanya menonton Rendezvous tanpa mengikuti Previous, atau sebaliknya. Menurut Korbid Acara Rendezvous 2012, Asyfi Dwinanda, banyak sekali keuntungan yang bisa didapat dari mengikuti lomba-lomba di Previous.
Ambil contoh untuk murid SMP sebagai calon siswa di Smala. Dengan mengikuti lomba-lomba di Previous, pastinya agar bisa punya nama dulu di Smala sekaligus untuk mengembangkan hobi. Untuk mahasiswa, karena lomba-lomba untuk mereka biasanya yang serius seperti karya tulis ilmiah, cerdas cermat, dan sejeisnya, kali ini Smala membuka peluang bagi mereka untuk mengikuti lomba yang lebih fresh dan menyenangkan. Juga jarang sekali ada lomba band yang ditujukan untuk umum atau semua khalayak, baik tua, muda, pelajar, mahasiswa, pekerja, dll.
Ditambah lagi, pihak panitia Rendezvous 2012 telah resmi mengundang Glenn Fredly sebagai bintang tamu Rendezvous. Salah satu penyebab utamanya adalah karena penyanyi bersuara khas ini adalah pendiri Green Music Foundation, organisasi non-profit yang berkonsentrasi pada pendidikan dan keselamatan bumi (proyek pertamanya adalah menyelenggarakan Earth Festival yang melibatkan lebih dari 40 musisi dalam rangka memperingati Hari Bumi), yang sangat mendukung tema Tribute To the Earth.
Previous sebagai penutup tahun yang manis di penghujung 2011 dan Rendezvous menjadi pembuka yang mengesankan di awal 2012—how can a high school gig be more fun that that ? (cay)

Jumat, 11 November 2011

Dicari: Pahlawan Baru

         Suasana berbeda dapat dirasakan di SMAN 5 Surabaya kemarin, Kamis (10/11). Beberapa Smalane (sebutan untuk murid SMAN 5 Surabaya) tampak menggunakan kebaya, ada pula yang menggunakan kaos oblong sederhana layaknya pejuang zaman dahulu, ada yang menggunakan baju serta celana hijau loreng layaknya tentara, bahkan ada yang menggunakan jas dengan kemeja putih dibaliknya sambil membawa kertas bertuliskan kata-kata seperti “Reformasi”, menggambarkan dengan jelas pahlawan reformasi negara ini (mahasiswa Indonesia) saat berdemo di depan gedung DPR 13 tahun yang lalu.


   
BERAGAM: Smalane mengenakan baju pahlawan dalam memperingati Hari Paglawan Nasional smalane



      Memakai baju pahlawan merupakan salah satu cara SMAN 5 Surabaya dalam memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh tepat pada tanggal 10 November. Selain itu, Smala juga mengadakan lomba berpidato ala Bung Tomo dengan seorang perwakilan dari tiap gen sebagai pembaca pidato. Sebelum pidato dibacakan, setiap gen terlebih dahulu menyuarakan jargonnya. Panasnya matahari yang menyengat bukan lagi masalah, justru menjadi pembakar semangat.

MEMBARA: pidato Fakhruddin Wira (XII-5) membakar semangat gennya

       “Untuk keseluruhan lomba, yang dinilai adalah kekompakan dan kesesuain dengan tema. Sedangkan untuk pembacaan pidato sendiri, yang dinilai adalah intonasi serta penampilan pembaca,” jawab Pak Kus, guru Kesenian SMAN 5 Surabaya yang juga menjadi juri dalam lomba tersebut ketika ditanya mengenai faktor penilaian.
      Tertawa saat ditanya apakah sudah ada peserta yang menurutnya telah mendekati sempurna, Pak Kus menjawab hanya ada 2-3 peserta yang menurutnya dapat mendeklarasikan pidatonya dengan baik. “Saya lihat masih banyak yang hanya membaca teks saja tanpa ada improvisasi, tapi juga ada yang sesuai dengan harapan saya meski hanya sedikit.”
      Pak Kus sendiri sangat mendukung akan adanya lomba-lomba seperti ini di Smala. Menurut beliau, lomba ini dapat menjadi pengganti Cheerliar yang telah divakumkan untuk tahun ini bagi Smalane. “Saya berharap dengan lomba ini, kita semua sadar bahwa perjuangan masih belum selesai. Kita masih harus meneruskan perjuangan pahlawan-pahlawan yang telah gugur,” lanjutnya.
       Ya, kita semua memang masih harus terus berjuang. Berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, untuk memajukannya, dan untuk mengharumkan namanya. Di Hari Pahlawan, kita tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tapi juga menciptakan pahlawan-pahlawan baru. Pahlawan-pahlawan baru yang hebat, berani, dan yang tentunya bangga akan bangsanya sendiri. (ars)







 
                                                      

Jumat, 04 November 2011

ADHOC: Diskusi Terbuka Ketua OSIS dan MPK

Hari ini (04/11) pada pukul 10.05 WIB, diskusi terbuka Calon Ketua OSIS-MPK dimulai. Bertempat di lapangan tengah dengan cuaca yang cukup terik, para calon Ketua OSIS-MPK duduk di bawah tenda biru di area utara. Sementara tiga orang juri yang terdiri dari Bu Pudji Astuti, Pak Kardiyanto, dan Pak Kardiman berada di sisi yang berlawanan. Acara dibuka dengan awalan meriah oleh Pak Yoyok selaku guru olahraga. Saat itu juga, Smalane mulai berkerumun di lapangan tengah.

Calon Ketua OSIS dan MPK menunggu giliran mereka di bawah tenda biru
Antusiasme para Smalane dalam mellihat diskusi terbuka Calon Ketua OSIS dan MPK
Empat aspek yang dinilai oleh para juri adalah penampilan, isi, konteks, dan argumentasi sang calon ketua. “Kami berharap yang terpilih adalah orang yang mempunyai karakter,” ujar Pak Kardiyanto selaku juri diskusi terbuka. “Ya, semoga lebih baik dibanding yang kemaren lah,” Tambah Bu Pudji Astuti.
Acara diskusi terbuka dibuka dengan penampilan pertama dari Faisal Wijaya dari kelas XI IA 8. Ia mencalonkan diri menjadi ketua MPK. Salah satu visinya adalah menjadikan MPK lembaga dedikatif SMAN 5 surabaya. Setelah menyebutkan visi dan misinya, tanggapan datang dari Pak Kardiyanto. Beliau berkata, “Tiga kata kunci yang kami tangkap adalah beda, transparan, dan konsulidasi. Beda disini beda yang seperti apa? Beda itu kan ada dua, beda berkarakter dan beda yang tidak berkarakter. Nah, beda yang disini ini beda yang seperti apa?”. Tanggapan itu dijawab secara tegas oleh Mas Isol –panggilan akrab Faisal Wijaya. “Tentu saja yang berkarakter ya, jadi diharapkan MPK menjadi lembaga yang solutif, inovatif, dedikatif, dan kreatif ...” ujarnya.Dan tanggapan-tanggapan dari juri lainnya pun ikut berdatangan. Sempat ada tanggapan dari Bu Pudji tentang penampilan Mas Isol, “Kalau bicara santai saja mas, jangan cepat-cepat,” ujar beliau. Namun, semua tanggapan yang diberikan juri bisa dijawab denagn tegas oleh Mas Isol. Setelah tanggapan dari juri, Mas Isol mengambil satu pertanyaan dari dalam Gelas kaca besar. Dan yang muncul adalah pertanyaan dari Berlian dari kelas X 4. Pertanyaan itu berbunyi, bagaimana pendapat anda bila berdiri organisasi ilegal yang akan merusak citra smala?. Mas Isol menjawab bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adlah melindungi Smalane dari pengaruh buruk yang dibawa organisasi ilegal itu. Setelah melindungi Smalane, dalang dari organiasasi ilegal itu akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. Penampilan pertama oleh mas Isol ini ditutup npada puku 10.21 WIB.
Penampilan kedua oleh Rachmad Adiasa dari kelas XI IA 4. Salah satu visinya adalah menjalankan badan MPK OSIS yang didalamnya sejalan dengan Smalane. Sama seperti sebelumnya, tanggapan mulai berdatangan dari para juri. Salah satu pertanyaan datang dari Pak Kardiyanto. Beliau bertanya, Jika terpilih nanti, aturan jenis apa yang akan dibuat agar Smalane nantinya benar-benar berjiwa Smala. Mas Rachmad menjawab yang pada intinya itu semua kembali kepada Smalane selaku warga Smala. Namun Bu Pudji menyanggah pernyataan ini. “Kalau dikembalikan pada Smalane buat apa kami milih kamu? Wong dikucilkan aja nggak bertindak apalagi gak dikucilkan?,”ujar beliau. “Maksud kami aturan seperti ap ayang akan dibuat dan sanksinya itu apa?,” tambahnya. Mas Rachamd menjawab, “...kalau sanksi tidak langsungnya ya teguran ya bu, tapi kalau sanksi konkretnya ya belum dipikirkan bu.” Kemudian saat sesi pertanyaan, Mas Rachmad mendapat pertanyaan “Jika ada ideologi satu dengan yang lain, bisakah ideologi ini bergabung menjadi satu?” Mas Rachmad dengan mantap menjawab, “ Yang penting ambil positifnya ideologi A dan positifnya ideologi B, maka akan menghasilkan ideologi baru yang lebih positif.”
Mbak Vidhya Hesty Setyorini dari XI IA 8 adalah kandidat yang mendapatkan giliran ketiga. Penampilan Mbak Hesty –panggilan akrabnya—disambut hangat oleh seluruh Smalane. Salah satu tanggapan datang dari Pak Dirman. “Bagaimana tentang kepercayaan orang tua terhadap kebijakan yang dilaksanakan nantinya?”. Mbak Hesty dengan mantap menjawab, “Pastinya menyampaikan esensi dari kegiatan itu, kan nantinya da komunikasi dua arah. Selai n itu, kita juga bisa mengkaji kegiatan itu sendiri.”

Vidhya Hesti saat memberikan tanggapan
Selanjutnya adalah penampilan dari Bianda Retno XI IS. Sama seperti kandidat-kandidat sebelumnya, setelah menyampaikan visi misinya, Mbak bi –panggilan akrab Bianda retno—diberi taggapan-tanggapan oleh juri. Setelah diberi tanggapan, Mbak Bi diberi pertanyaan lewat pengambilan dari gelas kaca besar yang ada. Pertanyaan datang dari Wira XII IA 5, “Bagaimana cara mengatur keuangan OSIS?” kiranya begitulah bunyinya. Mbak Bi menjawab yang pada intinya tentu saja dengan penggalangan dana yang efektif.

Bianda Retno Widyani saat menyampaikan visi dan misinya

Penampilan oleh calon ketua MPK diakhiri oleh penampilan dari Aviccena Akbar XI IA 3. IA bervisi untuk memeksimalkan kinerja MPK. Tanggapan datang dari dua orang juri. Bu Pudi meminta Mas Avis –panggilan akrab Aviccena Akbar—untuk menyanyikan lagu Smalane dan mengkaitkannya dengan program MPK nantinya. Setelah melakukan apa yang diminta, Pak Kardiyanto memberikan suatu pertanyaan yang membuat Mas Avis jujur akan apa yang ada. “Sebenarnya kamu yakin atau tidak mencalonkan diri menjadi ketua MPK?” dan Mas Avis menjawab jujur “Belum.”. Selanjutnya pertanyaan dari Suci X 4 yang berhasil dijawab dengan baik olah Mas Avis. Penampilan ini selesai pada pukul 11.01 WIB

Aviccena Akbar saat menjawab pertanyaan Suci X 4
Selanjutnya penampilan calon ketos (ketua OSIS) yang dimulai dengan penampilan Mas Prasetyo XI IA 5. Inti dari visinya adalah agar OSIS MPK menjadi wadah curhat, sahabat Smalane dalam menyalurkan aspirasinya. Pak Kardiyanto bertanya, “Curhat yang seperti apa?”. Beliau juga menanyakan program seperti apa yang akan dibuat. Mas Pras menjawab, “Dengan pendekatan personal,  jadi selama 3 bulan OSIS akan memberikan lembar evaluasi yang berisi tentang bagaimana kinerja OSIS, kekurangan kinerja OSIS, dan apakah yang belum terlaksana selama tiga bulan itu.”. Jawaban ini disambut meriah oleh Smalane.

Prasetyo membuka diskusi terbuka Calon Ketua Osis

Penampilan kedua calon ketos adalah Limpat Salamat XI IA 1. Visinya adalah membentuk Smalane yang berkarakter baik dan terfokus pada satu hal yang akan benar-benar ditekuninya. Misinya adalah menjalin komunikasi dengan Smalane, meningkatkan kinerja SS, dan membentuk keaktifan Smalane. Kemudian, Pak Dirman memberikan pertanyaan yang bunyinya “Bagaimana agar Smalane itu aktif dan berprestasi? Kan sejak 2009, prestasi Smalane itu sudah menurun.”. “Memfokuskan Smalane pada satu hal yang benar-benar akan ditekuninya dengan baik,” jawab Mas Limpat mantap. Pertanyaan selanjutnya datang dari Pak Kardiyanto. “Apa program andalanmu yang kamu anggap spektakuler?,” ucap beliau. Mas Limpat menuturkan secara jelas bahwa ia ingin merubah perisai menjadi lebih nggena’ lagin dibanding perisai-perisai sebelumnya. Setelah mengambil pertanyaan Smalane dan menjawabnya, penampilan Mas Limpat berakhir dengan tepuk tangan penonton.
Angga Nuansa XI IA 7 adalah kandidat dengan giliran ketiga. Setelah menyampaikan visi dan misinya, Bu Pudji lantas langsung mengajukan pertanyaan kepada Mas Angga. “Sebutkan karakter yang sudah ada pada Smalane dan karakter apa yang akan dibangun dalammasa pemerintahan kamu jika kamu terpilih?,” begitulah bunyi pertanyaan beliau. Mas Angga menjawab denagn yakin, “Tentunya dengan mengoptimalkan program apa yang sudah ada ya, seperti mengoptimalakan perisa, dan bukan hanya menghoptimalkan, tapi bagaimanakah hasil pasca perisai nanti nantinya? Dan juga mnegoptimalkan diklat-diklat SS.” Pak Dirman kemudian bertanya tentang proyeksi yang seperti apa yang akan membuat Smala terutama kesiswaannya semakin berkibar. Mas Angga menjawab, dengan mengoptimalkan semua wadah pembentukan karakter tapi tidak melewati aturan-aturan yang ada. Selanjutnya adlah pertanyaan undian. Dan pertanyaan yang terpilih adalah pertanyaan dari Fauzul X Akselerasi. Ia menanyakan, bagaimanakah jika ada calon yang sudah diberi amanah tapi tidak menjaga atau melaksanakan amanah tersebut. “Menurut say itu wajar ya, tapi setelah melihat keadaan atau situasi dari apa yang diamanahkan, pastinya ia akan tergugah untuk menjalankan amanah itu sebaik mungkin.” Jawab Mas Angga singkat.
Selanjutnya adalah penampilan dari Dewi Rosita  yang menyampaikan visi misinya yang berintikan pada Smalane yang lebih peduli, aktif dan inovatif. Pak Kardiyanto kemudian menanggapi, “Peduli, aktif, dan inovatif yang bagaimana?.”. Mbak eta’—sapaan akrab Dewi Rosita—menjawab, “Yakni dengan cara menyanpaikan esensi dari setiap kegiatan yang diikuti serta memaksimalkan kepanitiaan yang ada sebagai wadah pembentukan karakter Smalane.”. Pak Kardiyanto mengajukan pertanyaan lagi. “Cara jitu apa agar Smalane itu sadar untuk berkarakter Smalane sejati?,” ucap beliau. “Kembali lagi seperti tadi ya, ya dengan mengoptimalkan wadah pembentukan karakter seperti perisai, diklat, dll,” jawab Mbak Eta’ singkat.
Penampilan terakhir adalah oleh Rio Zulfahmi . Setelah menyampaikan visi misinya, Bu Pudji mengajukan pertanyaan yaitu mengenai perkembangan SS yang dananya sendiri itu masih belum tahu bagaimana.  Bu Pudji menanyakan tentang apakah mental kita yang terus menerus mencari sponsor atau minta-minta kan terus dilanjutkan ataukah bagaimana solusi terbaiknya. Mas Rio menjawab, “Kita bisa mendapatkan dana ya dengan berpikir inovatif ya. Kita memberikan kejelasan program yang akan dilaksanakan dan yang pasti inovasi baru mengenai penggalangan dana.”
Penampilan terakhir ini sekaligus menjadi penutupan dalam acara diskusi terbuka pada hari ini. Acara ini dilaksanakan dengan pas karena tepat sebelum dilaksanakannya sholat jum’at.(miw)

foto: dsp

SPL Week 3

Rabu (4/11) Smala Premiere League (SPL) week 3 kembali dimulai. Pertandingan pada hari ini diawali oleh Gen  1 VS  Gen 3. Sebelum pertandingan dimulai, di tepi lapangan dan koridor para supporter terlihat antusias dengan memakai kaos gen masing-masing.Tepat pukul 07.15, wasit meniupkan peluit sebagai tanda dimulainya pertandingan. Wasit pada pertandingan kali ini adalah Fakhruddin Wirakusuma dari kelas XII IA 5.
Pertandingan pun berlangsung dengan diiringi sorak sorai para supporter. Terlihat supporter Gen 1 meneriakkan yel-yel dengan semangat. Tidak kalah juga para supporter Gen 3 yang terus menerus memberi semangat kepada gen mereka yang sedang bertanding.Tak lama setelah peluit dibunyikan, penonton dikagetkan oleh jebolnya gawang B3ST , oleh Akhmad Rizki dari X-1. Gol tersebut terjadi pada menit ke-4. Spontan, para supporter GENJ1 semakin heboh berteriak mendukung gen mereka.
 Tertinggal 1 gol,tidak membuat para pemain dan supporter B3ST patah semangat.  Saking  semangatnya untuk mengejar ketertinggalan, sampai-sampai sempat terjadi insiden kecil. Ketika Dion, seorang pemain dari B3ST, berusaha menendang bola ke gawang, salah satu sepatunya terlepas. Melihat hal itu para penonton tertawa riuh, dan memecah ketegangan di sela-sela pertandingan. Pertandingan pun semakin memanas, kala kedua tim saling berebut bola. Alih-alih mengejar ketertinggalan, gawang B3ST malah kembali kemasukan bola tak lama setelah gol pertama tercipta. Kali ini percetaknya adalah  Ivandito,dari XI IA 1 pada menit ke-9. Hal ini menambah perolehan gol untuk GENJ1, sehingga perolehan gol sementara adalah 2-0 untuk GENJ1.
Akibat tertinggal 2 gol, B3ST berusaha semaksimal mungkin agar dapat menyamakan kedudukan.mereka tidak inin kalah begitu saja dalam pertandingan ini.  Usaha mereka tidak sia-sia. Tiba-tiba Yoga dari XII IA 3 berhasil membobol gawang GENJ1. Gol tersebut seolah menjadi sumber semangat untuk B3ST.  Lalu, gawang GENJ1 kebobolan lagi. Kali ini gol dicetak oleh Dion X-3. Pendukung B3ST menjadi  semakin heboh, ketika timnya berhasil menyamakan kedudukan dengan GENJ1. Peluit dibunyikan pada menit ke-15, babak pertama pun berakhir.
Pada babak ke-2 pertandingan semakin sengit, kedua tim berusaha untuk memasukkan si kulit bundar pada gawang lawan. Namun sayangnya hingga babak ke-2 berakhir, baik GENJI1 maupun B3ST tidak ada yang berhasil menambah perolehan gol. Sehingga pertandingan kali ini berakhir seri, yaitu 2-2.Setelah berakhirnya pertandingan antara Gen 3 dan Gen 1, berlangsunglah pertandingan antara Gen 4 dan Gen 7. Hanya selang beberapa menit dari berakhirnya pertandingan antara Gen 1 dan Gen 3, wasit kembali meniupkan peluit tanda dimulainya pertandingan antara Gen 4 dan Gen 7. Terlihat kedua tim memakai kaos gen dengan warna yang sama, yaitu kuning.
Pertandingan diiringi dengan kemeriahan supporter dari Gen 7 maupun Gen 4 yang berjajar di pinggir lapangan. Pertandingan ini berlangsung sangat sengit. Kedua tim bersaing dengan ketat untuk mencetak gol, namun tak satu pun gol yang tercetak hingga akhir pertandingan. Ini disebabkan karena kedua tim mempunyai pertahanan yang cukup kuat hingga tidak satupun gol yang dapat dicetak.
Memang banyak sekali peluang yang tercipta dari masing-masing tim, namun finishing yang buruk menyebabkan gol pun tidak terjadi. Dari Gen 4 misalnya. Pada babak pertama, salah seorang pemain, Rifqi Alfian, XII IA-4 terlihat sangat bersemangat dan nyaris mencetak gol. Ia sempat terlihat menjatuhkan badannya di lapangan, karena kekecewaannya yang nyaris mencetak gol. Tak hanya Gen 4, Gen 7 pun nyaris mencetak gol yang dilakukan oleh beberapa pemain. Salah satunya di babak pertama, Kristian Oka, X-7. Ia nyaris mencetak gol dengan menyundulkan bola. Kesempatan emas didapat oleh Gen 4 yaitu tendangan pinalti yang dilakukan oleh Gen 4. Sungguh disayangkan, Gen 4 gagal untuk mencetak gol karena bola melambung terlalu tinggi.
Babak pertama pun berkahir dan dimulailah babak kedua. Di babak kedua ini pertandingan menjadi lebih statis karena kiper melempar bola tidak sesuai sasaran. Sehingga para pemain lainnya pun susah untuk mengendalikan bola. Meski di babak kedua ini pertandingan berjalan statis, salah satu pemain dari Gen 7, Edo Rizaldi , XII IA-7 nyaris mencetak gol. Pertandingan di babak kedua juga semakin meriah dari babak pertama karena iringan yel -yel dari gen kedua tim.
Di akhir pertandingan, skor kacamata pun tidak berubah, yaitu 0-0. Meskipun begitu, pertandingan ini  berlangsung seru dan menyenangkan, serta tak lupa pertandingan ini berakhir dengan teriakan jargon yang meriah dari masing-masing gen. (isf/aan/acr)


Gen 1 (Genj1) v Gen 3 (B3ST)












Gen 4 (4team) v Gen 7 (D7itoe)















Kamis, 03 November 2011

ADHOC: Kampanye Kelas

Tak Berminat tetapi Amanat

          Deretan acara dari Smala Democracy Hardwork and Commitment (ADHOC) masih terus berlanjut. Kamis (03/11) pukul 11.00 WIB diadakan kampanye kelas. Seluruh calon ketua OSIS dan MPK saling bergantian memasuki setiap kelas didampingi oleh seorang panitia ADHOC yang menggunakan  badge berwarna hitam dan putih bertuliskan ADHOC di lengan.
          Dalam acara ini, para ketua OSIS dan MPK menyampaikan pendapat mereka terhadap harapan-harapan untuk OSIS-MPK maupun Smala yang tertempel di kelas masing-masing. Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini para calon ketua OSIS dan MPK juga menyampaikan visi-misi maupun program kinerja mereka untuk memenuhi harapan-harapan tersebut. Para Caketos (Calon ketua OSIS) dan Ketumpek (Ketua MPK) juga wajib menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh para Smalane.
Diantara calon-calon yang berkompeten itu, terdapat salah satu calon yang memiliki atmosfer berbeda dalam dirinya. Avicena Akbar, XI IA 3 sebagai calon Ketua MPK berani untuk membuka rahasianya. Ia mengatakan bahwa doronya tidak memiliki minat maupun ambisi khusus untuk menjadi seorang ketua MPK. “Saya memang tidak memiliki orientasi untuk menjadi ketua MPK. Saya belum layak. Tanggungannya besar, amanat. Saya mau menjalani ini semua apabila ini adalah amanat dari para Smalane yang harus dijalankan,” kata Avicena Akbar tegas. Pada pemilihan pengurus OSIS dan MPK ini, ia hanya berbekal niat untuk menjalankan amanat tidak perlu usaha yang berlebih. (tio)

SPL: Week 3



Gen 6 vs Gen AkSos

Suasana mendung dan basah tidak menghalangi semangat Smalane untuk menyaksikan Smala Premiere League pada Kamis hari ini (3/11). Smala Premiere League (SPL) kali ini merupakan minggu ketiga. SPL kali ini mempertandingkan Generasi 6 dengan Generasi AkSos serta Generasi 8 dengan Generasi 9.
Lapangan yang cukup licin sehabis hujan menyebabkan pada menit-menit awal pertandingan ada seorang pemain yang terpleset. Sempat juga ada kesalahan teknis dengan penempatan gawang yang kurang mundur sedikit.
Gol pertama dicetak Gen 6 oleh Aristya Putra Marzuki kelas XII. Setelah gol pertama ini tidak ada peningkatan serangan dari Gen 6 maupun Gen AkSos. Namun, supporter Gen 6 makin semangat menyoraki teman - teman gennya yang sedang berlaga.
Babak pertama selesai. Pergantian formasi pun dilakukan baik dari Gen 6 maupun Gen AkSos mengeluarkan pemain terbaiknya untuk berlaga di babak kedua. Babak kedua pun sepertinya menjadi milik Classix -- sebutan akrab Gen 6. Gol kedua dicetak kembali oleh Septa Arief Prasadana.


Septa Arief Prasadana setelah mencetak gol

Setelah gol kedua inilah Gen AkSos mulai "galak" menggencarkan serangannya. Gen 6 pun memperketat penjagaannya. Hal ini menyebabkan kecelakaan. Deni, pemain dari Gen 6 terjatuh. Deni mengaku terjatuh karena tertendang oleh keeper Gen AkSos, Qashmal. Babak kedua pun berakhir dengan skor 2-0 oleh Gen 6.

Gen 6 saat pertandingan SPL berakhir




Gen 8 vs Gen 9

Babak pertama dimulai setelah Gen 6 dan Gen AkSos merampungkan pertandingannya. Kali ini Gen 8 menghadapi Gen 9. Gol pertama pun dipecahkan Hafizh dari Gen 8 setelah beberapa menit berlaga.

Hafizh Gen 8 saat mencetak gol


Pertandingan berlangsung sengit tanpa ada yang mencetak gol kembali hingga babak pertama berkahir. Babak kedua, Gen 9 membalas kekalahan di babak pertama. Wisbang berhasil mencetak gol untuk Gen 9. Gol Gen 9 pun juga didapat dari penalti dan ditembakkan oleh Raisa Abid. Pertandingan berakgir dengan Gen 9 sebagai pemenang. (ram/dsp/mwi/tra)

foto : mfa

Rabu, 02 November 2011

ADHOC: Kampanye Stan (Day 2)

Selasa (2/11), gerimis mengawali kampanye hari kedua dari serangkaian acara ADHOC 2011. Kampanye tersebut bertempat di lapangan utara hingga depan gerbang koridor kelas X dan hanya berlangsung pada istirahat pertama yaitu pukul 09.30-10.00, berbeda dengan hari sebelumnya yang diadakan pada istirahat pertama dan kedua.
Walaupun diawali dengan gerimis, para calon pengurus OSIS-MPK periode 2011-2012 tampak sangat antusias dalam berkampanye. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam strategi yang mereka lakukan agar para Smalane yang berlalu lalang mampir untuk melihat kampanye mereka.
Strategi yang dilakukan para calon OSIS-MPK bermacam-macam. Contohnya saja Aquila Carol Adimurti dari kelas X-Aksel yang memajang foto diri dan mengenakan mahkota berwarna-warni bertuliskan visi dan misinya sebagai Calon Sekretaris 2 OSIS.
“Strategiku agar banyak yang tertarik dengan kampanyeku adalah memasang fotoku ini. Banyak orang yang bilang kalau foto ini nggak nguati, jadi pasti menarik perhatian, dong! Aku juga memakai mahkota ini biar lebih mencolok,” ujar Aquila sambil menunjuk mahkotanya.
Lain lagi dengan Mega Aisyah Septiandara, Calon Sekretaris 1 MPK, dan Fildzah Auliaul Haq, Calon Bendahara 1 MPK. Mereka yang sama-sama berasal dari kelas XI-1 mengerahkan teman-teman sekelas mereka untuk ikut berkampanye bersama mereka sambil menyanyikan yel-yel dengan serempak. 
“Pokoknya kita harus berani. Kalau ada orang mendekat, harus semakin ditarik perhatiannya agar tidak langsung pergi.” kata Fatihah Ulya dari kelas X-6. Calon Sekretaris 2 OSIS yang biasa dipanggil Uli ini juga menambahkan, “Bisa diibaratkan seperti kertas putih, dan ada titik hitam besar di kertas tersebut. Tentu yang menarik perhatian titik hitam tersebut, kan? Begitu juga saat berkampanye, harus unik agar menarik perhatian.”
Sejauh ini, kampanye berjalan dengan sangat lancar. Semua calon  pengurus OSIS-MPK tampak sangat kreatif dalam berkampanye, sedangkan para Smalane juga menyambut kampanye tersebut dengan sangat antusias. Para pendukung dan tim sukses mendukung calon-calon pengurus OSIS-MPK dengan penuh semangat dan habis-habisan. Kegiatan kampanye masih belum berakhir di sini dan akan berlangsung sampai minggu depan. Mari kita tunggu kampanye selanjutnya! (mir)


Kreatif: Monica , X-7 mengkampanyekan diri melalui miniatur wayang

Mega Septiandara, Calon Serketaris 1 MPK dan Fildzah Auliaul, Calon Bendahara 1 MPK dari XI IA 1

Reno Albra, X-8 sebagai calon bendahara 2 OSIS

Visi-Misi: Antariksa, XI IA 9 Calon Bendahara Umum & 1 OSIS

Olivera, XI IA 9, Calon Serketaris 1 MPK

Denisa, XI IA 8, Calon bendahara 1 MPK bersama dengan para supporternya

Pose: Feliciana, X-Aksel, Calon Bendahara 2 MPK

Optimis: Aquilla Carol, X-Aksel, Calon Serketaris 2 OSIS

Fatihah 'Ulya, X-6, Calon Serketaris 2 OSIS

Antusiasme para Smalane yang mengunjungi kampanye stan

Alma Kenanga, X-6, Calon Serketaris 2 MPK menjelaskan visi-misinya

Supporter dari XI IA 1 meneriakkan yel-yel untuk masing-masing  calon dari kelasnya
foto: nab