Rabu, 20 Maret 2013

Liga Champions : Ajang Kompetisi Raksasa Eropa

        Sepakbola merupakan salah satu olahraga yang paling digandrungi,mulai dari strategi permainan yang cerdik hingga klub klubnya yang bersejarah tinggi membuat olahraga ini digemari bermacam-macam orang di berbagai belahan dunia. Salah satu faktor yang membuat olahraga ini memiliki banyak penggemar adalah pertandingannya yang sarat akan intrik dan semanggat kompetisi yang tinggi. Salah satu ajang kompetisi sepakbola sendiri yang paling prestisius adalah 'Liga Champions'.
Dimulai sejak tahun 1955, kompetisi tahunan ini mempertandingkan klub-klub asal daratan Eropa yang selalu sengit dan seru untuk dilihat tak terkecuali tahun ini.
Tahun ini 'Liga Champions' tak hanya mempertandingkan klub-klub kuat dengan tradisi juara seperti Real Madrid dan Barcelona tetapi juga klub kuda hitam seperti Galatasaray asal Turki. Maka seperti layaknya bola yang bundar tahun ini kejuaraan yang mengadaptasi lagu tema "Zadok the Priest" ini akan menghasilkan hasil yang tidak bisa diprediksi siapa pun.
     
      Liga Champions sendiri juga mempunyai penggemar di lingkungan Smala sendiri. Salah satunya adalah Gabriel Advent dari kelas X 9. untuk Liga Champions tahun ini ia menjagokan Borussia Dortmund klub asal Jerman yang pernah menjuarai ajang ini pada edisi 1996. "Klub ini memiliki potensi yang tinggi dan terlihat tangguh pada tahun ini" ujar siswa yang juga tergabung dalam SS futsal tersebut. memang apa yang dikatakan Gabriel tersebut ada benarnya melihat dari keberhasilan Borussia dalam mejuarai grup d mengalahkan Real Madrid yang merupakan pengkoleksi juara terbanyak liga champions yakni sebanyak sembilan kali. selain Gabriel ada juga Fauzan dari XI IA 2 yang memilih untuk menjagokan klub asal Jerman lainnya yakni Bayern Munchen yang juga merupakan jawara dari grup f.

'The Big Ear' piala yang diperebutkan dalam Liga Champions (aw)
      Meskipun kedua klub diatas sama-sama mempunyai tradisi juara belum tentu kedua klub akan berhasil menjadi juara mengingat kompetisi ini yang tidak ramah kepada juara bertahan. Belum ada klub yang berhasil memenangi kompetisi ini dua kali berturut turut sejak kompetisi ini diubah menjadi Liga Champions (sebelumnya dikenal dengan piala Eropa). Klub seperti PSG (Paris Saint German) yang tidak punya tradisi juara sama sekali dalam ajang ini terbukti menjadi salah satu kandidat kuat juara.
maka hasil akhir kompetisi ini sama sekali tidak bisa diprediksi mengingat Liga Champions sendiri baru memasuki babak perempat final. (aw)

 
                                                                                              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar