Rabu, 02 Januari 2013

Indonesia Says "WOW!" For These


Pencapaian Membanggakan Indonesia di Tahun 2012

Indonesia patut bangga pada dan berkata “WOW” untuk para ilmuwan pribumi yang di tahun 2012 ini berprestasi membanggakan dalam keterlibatannya dalam menyumbangan temuan-temuan dalam ilmu pegetahuan. Apa saja yang berhasil mereka temukan sepanjang tahun 2012?

1.      Temuan Tata Surya Tertua
Dr. Johny Setiawan, astrofisikawan asli Indonesia dan berkarya dalam penemuannya di Max Planck Institute for Astronomi, berhasil menemukan tata surya tertua yang berusia 12,8 milyar tahun.
Tata surya ini anomali karena bintang induk planet miskin logam.
Bintang induk tata surya tersebut dinamakan HIP 11952 (Sannatana yang artinya abadi), sesuai penamaan objek dari katalog Hipparcros. Kedua planet yang mengorbit pada bintangnya dinamakan HIP 11952 b dan HIP 1152 c.
Sistem tata surya ini diperkirakan terbentuk saat galaksi Bimaskti belum terbentuk. Jarak tata surya ini hanya 375 tahun dari bumi.
“Ini sama perumpaannya dengan menemukan benda arkeologi di pekarangan rumah sendiri”, ungkap Johny (23/3/2012).


2.      Penerbangan Perdana UAV Terbesar di Asia
Pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vechile-UAV) bernama Joshapat Laboratory Large Scale Experimental Unmanned Aerial Vechile (JX-1) yang dikembangkan oleh Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, ilmuwan Indonesia yang berkarya di Jepang, merupakan UAV terbesar di Asia.
“JX-1 sementara ini terbesar di Jepang, dan mungkin Asia,” ungkap Josaphat dalam wawancara via email dengan Kompas.com (16/6/2012).
UAV ini berhasil diterbangkan perdana pada 7 Juni 2012 di Fujikawa Airfield. UAV ini nantinya akan menjadi tulang punggung riset penginderaan jauh. Malaysia dan Jepang sudah meminati teknologi ini.




3.      Ternyata Indonesia Merupakan Nenek Moyang Penduduk Madagaskar
1.200 silam, puluhan wanita Indonesia mendirikan koloni Madagaskar, ungkap para ilmuwan, Rabu (21/3/2012) dalam sebuah penelitian atas salah satu episode paling aneh dalam pengembaraan manusia.
Pulau Madagaskar 1.200 silam dihuni orang Afrika daratan utama dan juga orang Indonesia yang berkediaman 8.000 km dari sana.
Sebuah tim riset yang dipimpin Murray Cox dari Massey University Selandia Baru meneliti DNA untuk mendapatkan berbagai petunjuk untuk menjelaskan teka-teki migrasi tersenut.
Diteliti dari bahasa, penduduk Madagskar menggunakan dialek-dialek yang asal-usulnya dapat ditelusuri ke Indonesia.
Bukti lainnya tentang pemukiman orang-orang Indonesia itu beraal dari pemuan cadik, peralatan tani, alat musik, dan cara bercocok tanam.
Ada sebuah teori bahwa para wanita Indonesia yang mendirikan koloni Madagaskar, menggunakan sebuah perahu yang melakukan suatu perjalanan lintas samudera seccara kebetulan. Pemikiran itu didukung oleh simulasi pengarunga laut yang menggunakan arus samudera dan pola-pola cuaca monsoon, papar tim Cox. Bahkan semasa Perang Dunia II, bangkai kapal-kapal yang dibom dekat Sumatera dan Jawa terbawa arus hingga ke Madagaskar pula.


4.      Badak Sumatera Melahirkan Anak Jantan
Badak Sumatera di penagkaran Way Kambas Lampung, melahirkan anak jantan yang diberi nama Andatu, pada Sabtu (23/6/2012). Keberhasilan pembiakan badak Sumatera ini telah ditunggu selama 124 tahun.
“Alami dan tidak ada masalah, pagi tadi sudah menyusui, dan Alhamdulillah, ini merupakan pesta besar bagi konservasi sumber daya alam, khususnya badak, karena sangat sulit,” kata Sumarto, Kepala Pusat Informasi Kementrian Kehutanan.


5.      Fisikawan Indonesia di Balik Perburuan Partikel Tuhan
Suharyo Sumowidagdo, fisikawan Indonesia, ternyata juga terlibat dalam perburuan partikel Tuhan dalam eksperimen Large Hadron Collider (LHC) Organanisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir (CERN).
“Saya menjadi anggota kolaborasi eksperimen CMS (Compact Muon Solenoid) setelah menyelesaikan PhD fisika partikel di Amerika Serikat, tepatnya tahun 2008,” ungkap Haryo saat dihubungi via email oleh Kompas.com pada Kamis (5/7/2012).
Hatryo ikut serta dalam pembuatan software sistem kendali bagi detektor muon (salah satu partikel penyusun materi). Detektor berada 100 meter di bawah tanah sehingga pengendalian harus dilakukan jarak jauh dengan sistem kendali. (aza)


SUMBER TERKAIT:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar